Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain seedlet dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u1443300/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Kuingin Ridha-Mu, Wahai Rabb-ku – Jannatul-firdaus.net

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Bagikan...

Kuingin Ridha-Mu, Wahai Rabb-ku

  • Oleh : Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
  • (Pembina Peduli Dakwah)

Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman,

 

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى.

 

“Dan Saya bersegera kepada-Mu, wahai Rabb-ku, agar Engkau ridha (kepadaku).” [Thaha : 84]

 

Demikianlah keadaan Nabi Musa ‘alaihis salâm dalam penghambaannya kepada Allah. Nabi Musa mendatangi miqat dengan penuh kerinduan kepada Rabbnya dan bersegera melaksanakan perintah-Nya agar ridha Allah semakin bertambah untuk dirinya.

 

Sikap ibadah di atas memberikan tiga pelajaran kepada kita:

 

Pertama, kecintaan seorang hamba kepada Allah akan membuat hamba selalu rindu untuk beribadah kepada-Nya, cinta kepada agama dan karunia-Nya.

Kedua, bersegera dalam kebaikan dan ketaatan ini adalah sifat para nabi, para malaikat, dan orang-orang shalih

Ketiga, mencari ridha Allah adalah hal teragung. Oleh karena itu, Nabi Musa ‘alaihis salâm bersegera menjalankan perintah Allah.

Bersyukurlah kepada Allah akan berbagai ibadah yang agung dan beragam di musim ketaatan yang berberkah.

 

Sambutlah Ramadhan dengan penuh kecintaan dan kegembiraan.

Buktikanlah kecintaanmu kepada Allah dan kepada ibadah yang Dia syariatkan!

 

Bersegeralah sebelum kesempatan berlalu!!!

Carilah ridha Allah dalam lembaran-lembaran ibadah di Ramadhan,

وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ.

“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar.” [At-Taubah: 72]

 

Wallâhu a’lam.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *