Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain seedlet dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u1443300/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Intisari Tauhid #22: Ampunan yang Maha Besar bagi Mereka yang Bertauhid dan Tidak Berlaku Syirik – Jannatul-firdaus.net

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Bagikan...

Intisari Tauhid: Ampunan yang Maha Besar bagi Mereka yang Bertauhid dan Tidak Berlaku Syirik

  • Oleh: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah

Ampunan yang Maha Besar bagi Mereka yang Bertauhid dan Tidak Berlaku Syirik

 

وَلِلتِّرْمِذِيِّ – وَحَسَّنَهُ: عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئاً لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً(

 

Dalam riwayat At-Tirmidzy -beliau menghasankannya- (disebutkan): Dari Anas radhiyallâhu ‘anhu (beliau berkata), “Saya mendengar Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah Ta’âlâ berfirman, ‘Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, (tetapi) kemudian engkau meninggal (dalam keadaan) tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Ku, niscaya Aku memberikan ampunan sepenuh bumi pula kepadamu.’.’.”

 

Makna Hadits Secara Global

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan dari Allah ‘Azza wa Jalla bahwa (Allah) berbicara kepada hamba-hamba-Nya dan menjelaskan kepada mereka tentang keluasan karunia dan rahmat-Nya, dan bahwasanya Allah akan mengampuni dosa-dosa sebanyak apapun selama bukan dosa syirik. Hadits ini memiliki makna seperti firman Allah Ta’âlâ,

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

 

“Sesungguhnya Allah tidaklah mengampuni dosa kesyirikan, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain (kesyirikan) itu bagi siapa saja yang Dia kehendaki.” [An-Nisâ`: 48, 116]

 

Faedah Hadits:

1. Keutamaan dan banyaknya pahala tauhid.

2. Keluasan karunia Allah, kebaikan, rahmat, dan pemaafan-Nya.

3. Bantahan terhadap Khawarij yang mengafirkan pelaku dosa besar selain kesyirikan.

4. Penetapan sifat Kalam (Berbicara) bagi Allah ‘Azza wa Jalla atas apa-apa yang pantas dengan kemuliaan-Nya.

5.Penjelasan tentang makna Lâ Ilâha Illallâh, dan bahwasanya maknanya adalah meninggalkan kesyirikan, baik (kesyirikan) itu sedikit maupun banyak, dan tidaklah cukup dengan sekadar mengucapkan (kalimat) tersebut secara lisan.

6. Penetapan (akan adanya hari) berbangkit, hisab (perhitungan), dan pembalasan amalan.

 

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *