Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain seedlet dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u1443300/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Anda Ingin Melihat Perubahan? – Jannatul-firdaus.net

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Bagikan...

Anda Ingin Melihat Perubahan?

  • Oleh : Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
  • (Pembina Peduli Dakwah)

Allah Jalla Jalâluhû berfirman,

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

 

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri….” [Ar-Ra’d: 11]

 

Pada ayat di atas, Allah menerangkan bahwa Allah tidak mengubah suatu nikmat, kebaikan dan kesejahteraan suatu kaum hingga mereka sendiri yang mengubah keadaan mereka dengan kekafiran, kemaksiatan atau ketidak syukuran terhadap nikmat.

 

Ayat ini semakna dengan firman-Nya, “(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al-Anfâl: 53], juga firman-Nya, “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (kesalahan-kesalahan kalian).” [Asy-Syûrâ: 30] [Tafsir Adhwâ` Al-Bayân]

 

Demikian pula sebaliknya, apabila penduduk negeri mengubah kemaksiatan pada diri-diri mereka dengan beralih kepada ketaatan, Allah akan mengubah kesengsaraan mereka menjadi kebaikan, kesejahteraan dan rahmat. [Tafsir As-Si’dy]

 

Renungi pula firman-Nya, “…hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Perubahan harus bermula dari diri sendiri, bukan bermula dengan mengeritik orang lain dan melupakan diri sendiri yang bergelimang dengan dosa dan pelanggaran.

 

Marilah kita melakukan reformasi bermula dari diri sendiri.

 

Harapkan perubahan dengan banyak menangisi dosa, memperbaiki kesalahan, meluruskan keimanan, dan memperindah amalan.

 

Jangan sekali-sekali mengharap perubahan dengan cara teriak-teriak di jalanan, menghalangi lalu lintas manusia, merugikan orang-orang yang tidak berdosa, dan memadamkan listrik, serta melayangkan jiwa dan materi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *