Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain seedlet dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u1443300/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Hakikat Kebutaan – Jannatul-firdaus.net

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Bagikan...

Hakikat Kebutaan

  • Oleh : Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
  • (Pembina Peduli Dakwah)

Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

 

قَدْ جَاءَكُمْ بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ

 

Sesungguhnya telah datang dari Rabb kalian bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (kalian).” [Al-An’âm: 104]

 

Allah telah menerangkan agama dengan sejelas-jelasnya. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas sesuatu yang sangat putih, malamnya sama dengan siangnya. Tidaklah seorang pun yang menyimpang darinya setelahku kecuali akan binasa.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Mâjah, Ibnu Abi ‘Âshim, dan Al-Hâkim dari hadits Abud Dardâ`. Dishahihkan oleh Al-Albâny dalam Zhilâl Al-Jannah 1/27]

 

Hanya dua golongan dalam menyikapi petunjuk, ada melihat dan mengikuti petunjuk, dan ada yang buta lagi berpaling dari kejelasan. Allah berfirman, Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” [Ar-Ra’d: 19]

 

Bila tanda-tanda kebesaran Allah telah datang, kejelasan-kejelasan petunjuk agama telah tampak terang, dan syari’at Islam itu telah sampai kepada seseorang, namun dia tetap berada di atas keberpalingan, sikap acuh dan tidak menghiraukan, hendaknya dia bersiaplah dengan ancaman Allah,

 

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” [Thâhâ: 124],

 

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” [Al-Isrâ`: 72]

 

Marilah kita memuliakanlah diri sebagai orang-orang yang melihat petunjuk dan mengikutinya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *