Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i

Bagikan...

Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Raya Idul Adh-ha dan Tiga Hari Tasyriq (Diiringi dengan Penjelasan tentang Hukum Takbir setelah Sholat)

  • Oleh: Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah

Dzikir dan Takbir amat dianjurkan pada hari-hari utama dari 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, terlebih lagi pada Hari Raya Idul Adh-ha dan tiga hari setelahnya yang kita kenal dengan “Hari-hari Tasyriq”, sebab kita diperintahkan memperbanyak takbir padanya.

Dzikir yang dianjurkan pada 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ada dua macamnya:

ย 

Pertama : Dzikir Muthlaq

Dzikir muthlaq adalah dzikir yang tidak terikat dengan dzikir tertentu dan waktu tertentu. Dzikir ini mencakup semua jenis dzikir, seperti bertasbih, ber-tahlil, bertakbir, bertahmid, dan lainnya.

Jenis dzikir inilah yang diperintahkan oleh Allah -Tabaroka wa Ta’ala- dan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- di dalam Kitabullah dan Sunnah yang shohihah.

Allah –Azza wa Jalla– berfirman,

ย 

ูˆูŽูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ูŽุงุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽู‡ููŠู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ููŽูƒูู„ููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ุงู„ู’ุจูŽุงุฆูุณูŽ ุงู„ู’ููŽู‚ููŠุฑูŽย  [ุงู„ุญุฌ/28]

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka danย supaya mereka menyebut nama Allah (berdzikir) padaย hari yang telah diketahuiย atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

Hari-hari yang diketahui โ€“dalam ayat ini- adalah 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah sebagaimana yang dijelaskan oleh sahabat Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Al-Hasan Al-Bashriy, Atho’ bin Abi Robah, Ikrimah, Mujahid bin Jabr, Qotadah bin Di’amah As-Sadusiy, Al-Imam Asy-Syafi’iy โ€“rahimahumullah ajma’in-. [Lihatย Zadul Masirย (5/425) oleh Ibnul Jauziy, cet. Al-Maktab Al-Islamiy, 1405 H]

ย 

ย 

Nabi –Shallallahu alaihi wa sallam– dalam sebuah sabdanya,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูุŒ ููŽุฃูŽูƒู’ุซูุฑููˆุง ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽู‡ู’ู„ููŠู„ู ุŒ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽูƒู’ุจููŠุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุญู’ู…ููŠุฏู

“Tidak ada hari- hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak pula lebih dicintai oleh Allah untuk beramal di dalamnya dibandingkan 10 hari ini (yakni, 10 hari pertama Dzulhijjah). Karenanya, perbanyaklah di dalamnya bertahlil, bertakbir, dan bertahmid.”ย [HR. Ahmad dalamย Al-Musnadย (2/75), Al-Baihaqiy dalamย Syu’abul Imanย (3750), Abd bin Humaid dalamย Al-Muntakhobย (no. 807), dan lainnya. Hadits ini dinilai shohih oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalamย Takhrij Al-Musnadย (no. 5446)]

ย 

Pada 10 hari pertama inilah kita dianjurkan memperbanyak dzikir kepada Allah dengan berbagai macam jenisnya, baik itu bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, atau yang lainnya.

Dzikir muthlaq ini dianjurkan dilakukan kapan saja, baik di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ataukah pada waktu-waktu lainnya.

ย 

Pertama : Dzikir Muqoyyad

Dzikir Muqoyyad adalah dzikir yang terikat dengan jenis, bilangan, atau tempat.

Dzikir Muqoyyad (terbatas) dalam pembahasan ini adalah dzikir berupa ucapan takbir yang terbatas waktunya dari Hari Arofah (9 Dzulhijjah) sampai hari terakhir dari hari-hari Tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyahย –rahimahullah– berkata,

ย 

ุงู„ุญู…ุฏู ู„ู„ู‡ูุŒ ุฃุตุญู‘ู ุงู„ุฃู‚ูˆุงู„ ููŠ ุงู„ุชู‹ูƒู’ุจูŠุฑูุŒ ุงู„ุฐูŠ ุนู„ูŠู‡ ุฌู…ู‡ูˆุฑู ุงู„ุณู‘ู„ูŽู ูˆุงู„ููู‚ูŽู‡ุงุก ู…ู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูˆุงู„ุฃุฆู…ุฉ: ุฃู† ูŠููƒูŽุจู‘ูุฑ ู…ู† ูุฌุฑ ูŠูˆู… ุนุฑูุฉุŒ ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ุŒย ุนูŽู‚ูุจูŽ ูƒู„ ุตู„ุงุฉุŒ ูˆููŠุดู’ุฑูŽุนู ู„ูƒู„ ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุฌู‡ุฑ ุจุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ุฅู„ู‰ ุงู„ุนูŠุฏุŒ ูˆู‡ุฐุง ุจุงุชูุงู‚ู ุงู„ุฃุฆู…ุฉู ุงู„ุฃุฑุจุนุฉู (ู…ุฌู…ูˆุน ุงู„ูุชุงูˆูŠ” (24/ 220))

“Segala puji bagi Allah. Pendapat yang paling benar dalam hal takbir (pada Hari Raya Idul Adh-ha, pen.), pendapat yang dipijaki oleh mayoritas salaf dan para fuqoha’ (ahli fiqih) dari kalangan para sahabat dan para imam adalah seseorang bertakbir sejak subuh Hari Arofah sampai hari terakhir dari hari-hari Tasyriqย pada setiap kali sholat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan takbirnya saat ke luar menuju sholat id (baik pada Idul Fithri atau pun Idul Adh-ha, pen.). Ini berdasarkan kesepakatan para imam yang empat (Imam Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’iy, dan Ahmad bin Hambal).”ย [Lihatย Majmu’ Al-Fatawaย (24/220)]

ย 

Kalimat bergaris dari ucapan Syaikhul Islam -rahimahullah- jangan dipahami takbir pada hari-hari tersebut hanya terbatas seusai melaksanakan sholat, bahkan mencakup semua waktu, baik seusai sholat, di rumah, di kantor, di atas kendaraan, di atas pesawat, di atas pohon, atau dimana saja, sebagaimana akan datang atsar dalam hal itu, insya Allah.

Para pembaca yang budiman, apa yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam -rahimahullah- bahwa dzikir takbir dimulai dari Arofah sampai selesai hari-hari Tasyriq merupakan pernyataan yang benar dan sesuai dengan atsar dari para sahabat.

Abu Abdir Rahman As-Sulamiyย –rahimahullah– berkata,

ย 

ูƒุงู† ูŠูƒุจุฑ ุจุนุฏ ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุฅู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนุตุฑ ู…ู† ุขุฎุฑ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ูˆูŠูƒุจุฑ ุจุนุฏ ุงู„ุนุตุฑ

“Dahulu beliau (Ali bin Abi Tholib -radhiyallahu anhu-) bertakbir setelah Sholat Fajar pada Hari Arofah sampai Sholat Ashar pada hari terakhir dari hari-hari Tasyriq, dan beliau bertakbir setelah Ashar.”ย [HR. Ibnu Abi Syaibah dalamย Al-Mushonnafย (no. 5631). Hadits ini dinyatakan sanadnyaย jayyidย oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (3/125)]

Takbir pada hari-hari Tasyriq bukan hanya dilakukan oleh orang yang tidak berhaji, bahkan jamaah haji pun dianjurkan bertakbir pada hari-hari itu.

ย 

Al-Imam Abu Yahya Zakariyya bin Muhammad Al-Anshoriy Al-Mihsriyย -rahimahullah- berkata,

ูˆุงู„ุตุญูŠุญ ุนู†ุฏ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ: ุฃู† ุงู„ุญุงุฌ ูŠูƒุจุฑ ู…ู† ุธู‡ุฑ ูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑุŒ ูˆุบูŠุฑู‡ุŒ ูˆู…ู† ุตุจุญ ุนุฑูุฉ ุฅู„ู‰ ุนู‚ุจ ุนุตุฑ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ุŒ ูˆุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนู…ู„ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ู†ูˆูˆูŠุŒ ู‚ุงู„ ููŠ “ุงู„ุฑูˆุถุฉ”: ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฃุธู‡ุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ู…ุญู‚ู‚ูŠู†

“Pendapat yang benar di sisi Madzhab Syafi’iyyah bahwa orang yang berhaji melakukan takbir pada waktu Zhuhur di Hari Qurban dan selainnya, sejak subuh hari Arofah sampai setelah Ashar dari hari-hari Tsayriq. Inilah yang diamalkan, sebagaimana yang dikatakan oleh An-Nawawiy. Beliau berkata dalam kitab Ar-Roudhoh, ‘Itulah pendapat yang terkuat.”ย [Lihatย Minhah Al-Bariย (3/44) oleh Zakariyya Al-Anshoriy]

ย 

Bertakbir pada Hari Raya Idul Adh-ha dan di hari-hari Tasyriq merupakan perkara yang diperintahkan, sebagaimana halnya bertakbir di Hari Idul Fithri sampai imam datang ke lapangan pada hari itu untuk memimpin sholat Idul Fitri.

Allah –Azza wa Jalla– berfirman,

ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽย ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูŽุนู’ุฏููˆุฏูŽุงุชูย ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ููŽู„ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ููŽู„ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู„ูู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽู‚ูŽู‰ ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูุญู’ุดูŽุฑููˆู†ูŽ (203) [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ (2) : ุขูŠุฉ 203]

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalamย beberapa hari yang berbilang. barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, Maka tiada dosa baginya. dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), Maka tidak ada dosa pula baginya[129], bagi orang yang bertakwa. dan bertakwalah kepada Allah, dan Ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”ย (QS. Al-Baqoroh : 203)

ย 

Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thobariyย –rahimahullah– berkata saat membawakan menafsirkan ayat ini dan membawakan sejumlah atsar yang menguatkan pernyataan beliau,

ุฃู…ุฑ ุนุจุงุฏู‡ ูŠูˆู…ุฆุฐ ุจุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุฃุฏุจุงุฑูŽ ุงู„ุตู„ูˆุงุชุŒ ูˆุนู†ุฏ ุงู„ุฑู…ูŠ ู…ุน ูƒู„ ุญุตุงุฉ ู…ู† ุญูŽุตู‰ ุงู„ุฌู…ุงุฑ ูŠุฑู…ูŠ ุจู‡ุง ุฌูŽู…ุฑุฉู‹ ู…ู† ุงู„ุฌู…ุงุฑ…ูˆุฅู†ู…ุง ู‚ู„ู†ุง: ุฅู†ู‘”ุงู„ุฃูŠุงู… ุงู„ู…ุนุฏูˆุฏุงุช”ุŒ ู‡ูŠ ุฃูŠุงู… ู…ู†ู‰ ูˆุฃูŠุงู… ุฑู…ูŠ ุงู„ุฌู…ุงุฑ ู„ุชุธุงู‡ุฑ ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู†ู‡ ูƒุงู† ูŠู‚ูˆู„ ููŠู‡ุง: ุฅู†ู‡ุง ุฃูŠุงู… ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„.

“Dia (Allah -Azza wa Jalla-) memerintahkan para hamba-Nya pada hari itu untuk bertakbir di belakang sholat-sholat, dan saat melempar bersama setiap lemparan orang yang melempar jumroh (yakni, jamaah haji), yang ia gunakan melempar jumroh dari jumroh-jumroh yang adaโ€ฆ

Hanyalah kami katakan bahwa “hari-hari yang berbilang”ย ย bahwa ia adalah hari-hari Mina dan hari-hari melempar jumroh (yakni, hari-hari Tasyriq) karena tersebarnya hadits-hadits dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda tentang hari-hari itu adalah hari-hari berdzikir kepada Allah -Azza wa Jalla-.”ย [Lihatย Jami’ Al-Bayanย (4/208 & 211)]

ย 

Hari Idul Adh-ha danย tiga hari Tasyriq merupakan hari-hari bergembira di dalamnya kaum muslimin menikmatan hewan qurban dan minuman yang halal, sertaย  memperbanyak mengingat Allah (berdzikir) di dalamnya.

Rasulullah –Shallallahu alaihi wa sallam– bersabda,

ยซ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู‚ู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจู ูˆูŽุฐููƒู’ุฑู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ยป.

“Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”ย [HR. Muslim dalamย Shohih-nya (no. 1141) dan Ahmad dalamย Al-Musnadย (5/75) dari Nubaisyah –radhiyallahu anhu-]

ย 

Dalam rangka mengingatkan manusia agar jangan lalai di hari-hari Tasyriq, sahabat yang mulia Umar –radhiyallahu anhu– mengeraskan suaranya dalam bertakbir saat beliau berhaji di Mina. Saking kerasnya suara beliau, sampai orang-orang yang ada di masjid Mina mendengarkan suara takbir beliau, bahkan orang-orang yang ada di pasar musiman di Mina juga mendengarkan suara beliau. Akhirnya, mereka semua bertakbir sebagaimana Umar –radhiyallahu anhu– bertakbir.

ย 

Ubaid bin Umair Al-Laitsiy Al-Junda’iyย –rahimahullah– berkata,

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠููƒูŽุจู‘ูุฑู ูููŠ ู‚ูุจู‘ูŽุชูู‡ู ุจูู…ูู†ู‹ู‰ ููŽูŠูŽุณู’ู…ูŽุนูู‡ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽูŠููƒูŽุจู‘ูุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠููƒูŽุจู‘ูุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุงู‚ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ุชูŽุฌู‘ูŽ ู…ูู†ู‹ู‰ ุชูŽูƒู’ุจููŠุฑู‹ุง

“Dahulu Umar -radhiyallahu anhu- bertakbir di kemahnya di Mina. Orang-orang di masjid mendengar beliau, lalu mereka pun bertakbir dan bertakbir pula orang-orang di pasar sampai Mina bergetar (bergemuruh) dengan suara takbir.”ย [HR. Al-Bukhoriy dalamย Shohih-nya (1/441) secaraย mu’allaq, Al-Baihaqiy dalamย As-Sunan Al-Kubroย (3/321)]

ย 

Sirojuddin Abu Hafsh Ibnul Mulaqqin Al-Mishriyย –rahimahullah– berkata,

ูˆู‡ุฐุง ู…ู†ู‡ ุนู„ู‰ ูˆุฌู‡ ุงู„ุชุฐูƒูŠุฑ ู„ู„ู†ุงุณ ุนู„ู‰ ุฐูƒุฑู‡ ู„ู…ุง ุฑูˆูŠ ุฃู†ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุฃูŠุงู… ู…ู†ูŠ ุฃูŠุงู… ุฃูƒู„ ูˆุดุฑุจ ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡” ูˆุฎุงู ุงู„ุบูู„ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุนู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ูˆู‚ุฏ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู† ุญุจูŠุจ: ูŠู†ุจุบูŠ ู„ุฃู‡ู„ ู…ู†ู‰ ุฃู† ูŠูƒุจุฑูˆุง ุฃูˆู‘ูŽู„ ุงู„ู†ู‡ุงุฑุŒ ูˆุฅุฐุง ุงุฑุชูุนุŒ ุซู… ุฅุฐุง ุฒุงู„ุช ุงู„ุดู…ุณุŒ ุซู… ุจุงู„ุนุดูŠ. ูˆูƒุฐุง ูุนู„ ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡

“Ini adalah (perbuatan) dari beliau (Umar) dalam rangka mengingatkan manusia dalam berdzikir kepada Allah berdasarkan hadits yang diriwayatkan bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

“Hari-hari Mina adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

Beliau mengkhawatirkan kelalaian pada manusia dari berdzikir kepada Allah -Ta’ala-.

ย 

Sungguh Ibnu Habib pernah berkata, ‘Sepantasnya bagi orang-orang yang ada di Mina (yakni, para jamaah haji) untuk bertakbir di awal siang, saat matahari meninggi, lalu saat matahari tergelincir, lalu di sore hari hari. Demikianlah yang dilakukan oleh Umar -radhiyallahu anhu-‘.”ย [Lihatย At-Taudhih li Syarh Al-Jami’ Ash-Shohihย (8/117)]

Al-Imam Al-Bukhoriyย –rahimahullah– meriwayatkan secaraย mu’allaqย denganย shighoh jazmย dalamย Shohih-nya (1/441) dari Ibnu Umar dan Maimunah (Ummaul Mukminin) –radhiyallahu anhuma-ย :

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ูŠููƒูŽุจู‘ูุฑู ุจูู…ูู†ู‹ู‰ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุฎูŽู„ู’ููŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ูˆูŽูููŠ ููุณู’ุทูŽุงุทูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุฌู’ู„ูุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู…ู’ุดูŽุงู‡ู ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูŽูŠู’ู…ููˆู†ูŽุฉู ุชููƒูŽุจู‘ูุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ุฑู ูˆูŽูƒูู†ู‘ูŽ (ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ) ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ูŠููƒูŽุจู‘ูุฑู’ู†ูŽ ุฎูŽู„ู’ููŽ ุฃูŽุจูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุนูุซู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ู„ูŽูŠูŽุงู„ููŠูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู‚ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู

“Dahulu Ibnu Umar bertakbir di Mina pada hari-hari itu (yakni, hari-hari Tasyriq), di belakang sholat-sholat, di atas tempat tidur beliau, di dalam kemahnya, di tempat duduknya dan pada saat berjalannya beliau pada hari-hari itu seluruhnya.

Dahulu Maimunah bertakbir pada hari Qurban dan para wanita bertakbir di belakang Aban bin Utsman dan Umar bin Abdil Aziz pada hari-hari Tasyriq bersama kaum laki-laki di masjid.”

ย 

Takbir yang dilakukan oleh para salaf tersebut dilakukan oleh setiap orangย tanpa berjamaahย dan dilakukan pada semua keadaan, termasuk seusai sholat.

Al-Imam Ahmad bin Muhammad Al-Qosthilaniyย –rahimahullah– berkata saat mengomentari atsar-atsar ini,

ูู‡ุฐู‡ ุงู„ุขุซุงุฑ ู‚ุฏ ุงุดุชู…ู„ุช ุนู„ู‰ ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ุชู‘ูƒุจูŠุฑ ููŠ ุชู„ูƒ ุงู„ุฃูŠุงู… ุนู‚ุจ ุงู„ุตู„ูˆุงุช ูˆุบูŠุฑู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฃุญูˆุงู„ุŒ

“Sungguh atsar-atsar ini ย mengandung adanya takbir pada hari-hari itu di akhir sholat-sholat, dan kondisi-kondisi lainnya.”ย [Lihatย Irsyad As-Sariyย (2/218)]

Para pembaca yang budiman, jenis-jenis dzikir yang kami jelaskan di atas, pernah disebutkan olehย Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hambaliy Al-Baghdadiyย –rahimahullah– saat beliau berkata,

ย 

ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ู†ูˆุนุงู† :

ุฃุญุฏู‡ู…ุง : ู…ู‚ูŠุฏ ุนู‚ูŠุจ ุงู„ุตู„ูˆุงุช_ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ : ู…ุทู„ู‚ ููŠ ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃูˆู‚ุงุช . ูุฃู…ุง ุงู„ู†ูˆุน ุงู„ุฃูˆู„ :

ูุงุชูู‚ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ูŠุดุฑุน ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุนู‚ูŠุจ ุงู„ุตู„ูˆุงุช ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ููŠ ุงู„ุฌู…ู„ุฉ ุŒ ูˆู„ูŠุณ ููŠู‡ู ุญุฏูŠุซ ู…ุฑููˆุน ุตุญูŠุญ ุŒ ุจู„ ุฅู†ู…ุง ููŠู‡ู ุขุซุงุฑ ุนู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูˆู…ู† ุจุนุฏู‡ู… ุŒ ูˆุนู…ู„ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุนู„ูŠู‡ู .

“Dzikir kepada Allah di hari-hari ini (yakni, 10 hari pertama Dzulhijjah dan 3 Hari Tasyriq, pen.) ada dua jenisnya :

Pertama : Dzikir Muqoyyad setelah sholat-sholat. Kedua : Dzikir Muthlaq dalam semua waktu. Adapun jenis pertama, maka para ulamaย sepakatย  bahwa disyariatkan takbir setelah sholat di hari-hari ini secara global. Di dalamnya tidak terdapat hadits marfu’ yang shohih. Bahkan di dalamnya ada atsar-atsar dari para sahabat dan orang-orang (ulama) setelahnya serta amaliah kaum muslimin di atasnya.”ย [Lihat Fath Al-Bari (6/123-124) karya Ibnu Rajab, denganย tahqiqย Abu Mu’adz Thoriq bin Awadhillah, cet. Dar Ibnil Jauzi, 1422 H]ย 

ย 

Para pembaca yang budiman, apa yang kami paparkan dalam tulisan ini, bukanlah pendapat kami semata, bahkan ia merupakan keterangan yang disampaikan oleh para ulama.

Agar hati kita tenang dalam mengamalkannya, maka ada baiknya kami iringi dengan sejumlah fatwa dari para ulama ternama di zaman ini. Berikut fatwa-fatwa mereka :

ย 

Fatwa Resmi Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’

Seorang penanya pernah mengajukan sebuah pertanyaan kepada kumpulan ulama dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah :

ุฃุณู…ุน ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ูŠูƒุจุฑูˆู† ุจุนุฏ ูƒู„ ุตู„ุงุฉ ุญุชู‰ ุนุตุฑ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุซุงู„ุซุŒ ู‡ู„ ู‡ู… ุนู„ู‰ ุตูˆุงุจ ุฃู… ู„ุงุŸ

“Saya mendengar masyarakat pada hari tasyriq bertakbir setiap selesai shalat hingga shalat ashar pada hari ketiga, apakah mereka benar atau tidak?”

Al-Lajnah Ad-Da’imah yang saat itu diketuai olehย Syaikh Abdul Aziz bin Baazย rahimahullah– dengan beranggotakan Syaikh Abdur Rozzaq Afifi dan Syaikh Abdullah bin Ghudayyan, memberikanย jawaban bersamaย kepada si penanya tersebut :

ุฌ: ูŠุดุฑุน ููŠ ุนูŠุฏ ุงู„ุฃุถุญู‰ ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุŒ ูˆุงู„ู…ู‚ูŠุฏุŒ ูุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ู…ุทู„ู‚ ููŠ ุฌู…ูŠุน ุงู„ุฃูˆู‚ุงุช ู…ู† ุฃูˆู„ ุฏุฎูˆู„ ุดู‡ุฑ ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚. ูˆุฃู…ุง ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ู…ู‚ูŠุฏ ููŠูƒูˆู† ููŠ ุฃุฏุจุงุฑ ุงู„ุตู„ูˆุงุช ุงู„ู…ูุฑูˆุถุฉ ู…ู† ุตู„ุงุฉ ุงู„ุตุจุญ ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุฅู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนุตุฑ ู…ู† ุขุฎุฑ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ุŒ ูˆู‚ุฏ ุฏู„ ุนู„ู‰ ู…ุดุฑูˆุนูŠุฉ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฅุฌู…ุงุนุŒ ูˆูุนู„ ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู….

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู….

“Disyariatkan bertakbir secara muthlak dan muqayyad pada Idul Adha. Takbir muthlaq dilaksanakan setiap saat dari mulai masuknya bulan Dzulhijjah hingga berakhirnya hari Tasyriq.

Adapun takbir muqayyad itu dilaksanakan setiap selesai shalat fardhu, dimulai pada shalat shubuh hari Arafah hingga shalat Ashar pada hari terakhir tasyriq. Pensyariatan ini didasari oleh Ijma’ (kesepakatan) dan perbuatan sahabat -radhiyallahu anhum-.”ย [Lihatย Fatawa al-Lajnah ad-Daimah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Iftaa’ย (8/312 no. 10777)]

ย 

Seorang penanya juga mengirim pertanyaan berikut kepada Al-Lajnah Ad-Da’imah :

ู‡ู„ ูŠุดุฑุน ู„ู†ุง ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุจุนุฏ ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ู…ุจุงุดุฑุฉ ูˆู‚ุจู„ ุงู„ุฃุฐูƒุงุฑ ุงู„ุชูŠ ุชู‚ุงู„ ุจุนุฏ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฃุซู†ุงุก ุฃูŠุงู… ุนุดุฑ ุฐูˆ ุงู„ุญุฌุฉ ุŒ ุฃู… ู‡ุฐุง ุฎุงุต ุจุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ุจู…ุง ููŠู‡ุง ูŠูˆู… ุนูŠุฏ ุงู„ุฃุถุญู‰ ุŒ ุฃููŠุฏูˆู†ุง ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…ุŸ

“Apakah disyariatkan bagi kami bertakbir langsung setelah sholat fardhu dan sebelum dzikir-dzikir yang diucapkan setelah sholat, pada 10 pertama Dzulhijjah, ataukah ini hanya khusus pada hari-hari tasyriq beserta hari Idul Adh-ha? Berilah faedah kepada kami. Semoga Allah memberi berkah kepada kalian.”

Al-Lajnah Ad-Da’imah pada saat itu diketuaiย Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikhย dengan beranggotakan Syaikh Abdullah bin Ghudayyan, Sholih Al-Fauzan, dan Bakr Abu Zaid –rahimahumullah–ย  memberikan jawaban resmi :

ุฌ 2 : ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ู…ู‚ูŠุฏ ุจุฃุฏุจุงุฑ ุงู„ุตู„ูˆุงุช ุงู„ูุฑุงุฆุถ ุฎุงุต ุจุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ุŒ ูˆูŠุคุชู‰ ุจู‡ ุจุนุฏ ุงู„ุณู„ุงู… ู…ุจุงุดุฑุฉ ู‚ุจู„ ุงู„ุดุฑูˆุน ููŠ ุงู„ุฃุฐูƒุงุฑ .

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ุŒ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู… .

“Takbir Muqoyyad pada akhir sholat-sholat fardhu adalah khusus pada hari-hari Tasyriq, dan dilakukan setelah salam secara langsung sebelum memulai dzikir-dzikir itu.”ย [Lihatย Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyahย (31/421-422/ no. 21550 )]

ย 

Jadi, di Hari Raya Idul Adh-ha dan hari-hari Tasyriq kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak takbir dalam semua waktu, baik setelah sholat, ataukah selainnya; baik di masjid, di rumah, di kantor, di jalan-jalan, dan dimanapun seseorang berada, maka hendaknya memperbanyak takbir.

Kemudian sebagai penutup, maka perlu ingatkan bahwa takbir yang kita lakukan hendaknya jangan dilakukan secara BERJAMAAH dan kor. Tapi hendaknya takbir kita kumandangkan masing-masing, tanpa harus dikomando oleh imam sholat atau yang lainnya.

Di dalam perkara ini ada beberapa fatwa yang perlu kami turunkan dalam kesempatan ini agar kita tahu bahwa BERTAKBIR SECARA BERJAMAAH adalah perkara yang tidak dianjurkan, sebagaimana halnya berdzikir secara berjamaah juga tidak disyariatkan!!

ย 

Fatwa Resmi Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’

Al-Lajnah Ad-Da’imah pernah ditanya :

ุณ2: ุซุจุช ู„ุฏูŠู†ุง ุฃู† ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ููŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ุณู†ุฉุŒ ูู‡ู„ ูŠุตุญ ุฃู† ูŠูƒุจุฑ ุงู„ุฅู…ุงู… ุซู… ูŠูƒุจุฑ ุฎู„ูู‡ ุงู„ู…ุตู„ูˆู†ุŸ ุฃู… ูŠูƒุจุฑ ูƒู„ ู…ุตู„ ูˆุญุฏู‡ ุจุตูˆุช ู…ู†ุฎูุถ ุฃูˆ ู…ุฑุชูุนุŸ

“Telah tsabit (nyata) di sisi kami bahwa takbir pada hari-hari Tasyriq adalah sunnah. Nah, apakah benar kalau imam bertakbir, kemudian bertakbir pula orang-orang yang ikut sholat? ataukah setiap orang yang ikut sholat bertakbir sendiri-sendiri dengan suara lirih ataukah tinggi?”

Al-Lajnah Ad-Da’imah yang kala itu diketuai olehย Syaikh Abdul Aziz bin Baazย dengan beranggotakan Syaikh Abdur Rozzaq Afifi, Abdullah bin Ghudayyan, dan Abdullah bin Qu’ud โ€“rahimahumullah ajma’in– memberikan jawaban resmi :

ุฌ2: ูŠูƒุจุฑ ูƒู„ ูˆุญุฏู‡ ุฌู‡ุฑุงุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ู… ูŠุซุจุช ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ุฌู…ุงุนูŠุŒ ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„: ยซ ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏ ยป (1)

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู….

“Setiap orang bertakbir dengan suara keras secara sendiri-sendiri. Sebab, tidak tsabit (tidak sah) dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- perkara TAKBIR BERJAMAAH.

ย 

Beliau bersabda, “Siapa saja yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada pada contoh dalam urusan agama kami, maka ia (amalannya) itu adalah tertolak.

Wabillahit taufiq wa shollallahu ala Nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.”ย [Lihatย Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Iftaa’ย (8/310)]

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz –rahimahullah

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahullah- pernah ditanya oleh seseorang tentang bertakbir setelah sholat 5 waktu pada hari-hari Tasyriq. Apakah hal itu wajib ataukah sunnah. Apakah hal itu dilakukan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- atau para sahabatnya –radhiyallahu anhum– ?

ย 

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menjawab :

ูƒู„ูŒ ูŠูƒุจุฑ ุนู„ู‰ ุญุณุจ ุญุงู„ู‡ ู…ุง ููŠ ุชูƒุจูŠุฑ ุฌู…ุงุนูŠุŒ ู‡ุฐุง ูŠูƒุจุฑุŒ ูˆู‡ุฐุง ูŠูƒุจุฑุŒ ูˆู„ุง ูŠุดุฑุน ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ุฌู…ุงุนูŠุŒ ุงู„ุฌู…ุงุนูŠ ุบูŠุฑ ู…ุดุฑูˆุนุŒ ูˆู„ูƒู† ูƒู„ูŒ ูŠูƒุจุฑ ุนู„ู‰ ุญุณุจ ุญุงู„ู‡ุŒ ูˆุฅุฐุง ุตุงุฏู ุตูˆุชู‡ ุตูˆุช ุฃุฎูŠู‡ ู…ุง ูŠุถุฑู‡ ุฐู„ูƒุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุชุฑุฏูŠุฏุŒ ูˆุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ู…ู† ุฃูˆู„ู‡ ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑู‡ ูŠุดุฑุนูˆู† ุฌู…ูŠุนุงู‹ุŒ ูˆูŠู†ุชู‡ูˆู† ุฌู…ูŠุนุงู‹ุŒ ูู‡ุฐุง ู„ุง ุฃุตู„ ู„ู‡.

“Setiap orang bertakbir sesuai keadaannya, bukan dalam bentuk takbir berjamaah. Si ini bertakbir, si ini bertakbir. TAKBIR BERJAMAAH tidak disyariatkan. Secara berjamaah tidak disyariatkan. Tapi setiap orang bertakbir sesuai dengan keadaannya. Jika kebetulan saja bertepatan dengan suara saudaranya, tidak membahayakan. Adapun mengulang-ulangnya (secara berjamaah dan kor), bertakbir dari awal hingga akhir mereka mulai secara berjamaah (bersama) dan berhenti secara berjamaah (bersama) pula, maka hal ini tidak dasarnya.”ย [Lihat pada link :ย http://www.binbaz.org.sa/noor/7626ย ]

ย 

Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin –rahimahullah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin –rahimahullah– pernah ditanya tentang hukumย TAKBIR BERJAMAAHย (bersama) setelah melaksanakan shalat melalui pengeras suara dan menara-menara masjid?

ูˆูƒุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุดุฑูˆุน ุฃู„ุง ูŠูƒุจุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุฌู…ูŠุนุงู‹ , ุจู„ ูƒู„ ูŠููƒุจูู‘ุฑ ูˆุญุฏู‡ุŒ ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ู…ุดุฑูˆุน ูƒู…ุง ููŠ ุญุฏูŠุซ ุฃู†ุณ ุฃู†ู‡ู… ูƒุงู†ูˆุง ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู…ู†ู‡ู… ุงู„ู…ู‡ู„ูู‘ ,ูˆู…ู†ู‡ู… ุงู„ู…ูƒุจุฑ ูˆู„ู… ูŠูƒูˆู†ูˆุง ุนู„ู‰ ุญุงู„ ูˆุงุญุฏ

Begitu pula disyariatkan supayaย orang-orang tidak bertakbir bersama, akan tetapi setiap orang bertakbir sendiri-sendiri. Inilah yang disyariatkan sebagaimana di hadits Anas bin Malik –radhiyallahu anhu– bahwa mereka bersama Nabiย -Shallallahu alaihi wa sallam-ย saat haji , diatara mereka ada yang mengeraskan bacaan talbiah, sebagian lagi bertakbir, mereka tidak dalam satu bentuk. [Lihatย Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilah Asy-Syaikh Muhammad Ibni Sholih Al-Utsaiminย (16/260-261)]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *