Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain seedlet dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u1443300/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
MENDAHULUKAN BERBAKTI KEPADA IBU – Jannatul-firdaus.net

Bagikan...

MENDAHULUKAN BERBAKTI KEPADA IBU

  • Oleh : Abu Amatillah Anshari

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ أبَرُّ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قُلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قُلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قُلْتُ: ثُمَّ مَن؟ قَالَ: أبَاكَ، ثُمَّ الْأقرَبُ فَالْأقْرَبَ.

Artinya:
“Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya: “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, Kepada siapa aku berbakti?’ Beliau bersabda: ‘Ibumu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab: ‘Ibumu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau bersabda: ‘Ibumu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau bersabda: ‘Ayahmu.’ Kemudian orang yang terdekat, kemudian orang yang terdekat.” (Hadits hasan diriwyatkan oleh Al-Bukhariy dalam al-Adabul Mufrad).

Faedah Hadits:

1. Kewajiban berbakti kepada kedua orang tua dan haramnya durhaka kepada mereka.

2. Ridha ibu lebih didahulukan dari ridha ayah.

3. Alasan mendahulukan Ibu dalam berbakti karena ia telah menjalani berbagai kesulitan ketika hamil, melahirkan dan menyusui.

3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi penyebutan ibu sebanyak tiga kali, kemudian ayah, kemudian kerabat terdekat.

4. Wasiat (untuk menjaga) ibu, karena lemah dan butuhnya dia.

5. Perintah untuk berbakti kepada sanak saudara sesuai dengan urutan keberatan mereka.

Diringkas dari:
– Kitab Rasysyul Barad Syarah Al-Adabul Mufrad Oleh Syeikh Muhammad Luqman As-Salafi rahimahullah.
– Syarah Al-Adabul Mufrad Oleh Syeikh Muhammad bin Sa’id Ruslan hafizhahullah.

18 Dzulqa’dah 1442H/29Juni 2021M.