Beranda Uncategorized Tiga Nikmat Penghimpun Dunia
Terkadang manusia menilai bahwa kekayaan dunia adalah banyaknya harta benda dan barang-barang dunia, sehingga yang tinggi dan bahagia dalam pandangan mereka adalahย mereka yang menghimpun sebagian kekayaan harta benda, dan kedudukan duniawi yang tinggi di tengah manusia.
Mereka tidak sadar bahwa hakikat kekayaan dunia, bukanlah pada semua itu.
Di dalam sebuah hadits, Rasulullah โshollallohu alaihi wa sallam-ย bersabda,
ยซู ููู ุฃุตูุจูุญู ู ูููููู ู ุขู ููุงู ูู ุณุฑุจูููุ ู ูุนูุงูููู ูู ุฌูุณูุฏูููุ ุนูููุฏููู ูููุชู ููููู ูููุ ููููุฃูููู ูุง ุญููุฒูุชู ูููู ุงูุฏููููููุง ุจูุญูุฐูุงูููุฑูููุงยป . ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐูุ ููุงู: (ุญูุฏููุซู ุญูุณููู ุบูุฑููุจู) .
โBarangsiapa yang diantara kalian merasakan keamanan dalam jiwanya, diberi kesehatan pada jasadnya, dan di sisinya ada makanan seharinya, maka seakan-akan dunia dengan segala isinya telah dihimpun untuknya.โย [HR. At-Tirmidziy dalamย Sunan-nya (no. 2346). Hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 2318)]
Al-Imam Zainuddin Abdur Roโuf bin Tajiddin Al-Haddadiy Al-Munawiyย โrahimahullah- berkata,
“ูุนูู : ู ู ุฌู ุน ุงููู ูู ุจูู ุนุงููุฉ ุจุฏูู ูุฃู ู ููุจู ุญูุซ ุชูุฌู ูููุงู ุนูุดู ุจููุช ููู ู ูุณูุงู ุฉ ุฃููู ููุฏ ุฌู ุน ุงููู ูู ุฌู ูุน ุงููุนู ุงูุชู ู ู ู ูู ุงูุฏููุง ูู ูุญุตู ุนูู ุบูุฑูุง ูููุจุบู ุฃู ูุง ูุณุชูุจู ููู ู ุฐูู ุฅูุง ุจุดูุฑูุง ุจุฃู ูุตุฑููุง ูู ุทุงุนุฉ ุงูู ูุนู ูุง ูู ู ุนุตูุฉ ููุง ููุชุฑ ุนู ุฐูุฑู.” ุงูู ู ู ููุถ ุงููุฏูุฑ (6/ 68)
โMaksudnya, barangsiapa yang Allah kumpulkan baginya antara kesehatan badan, keamanan hati kemana pun ia mengarah (pergi), dan tercukupi kehidupannya dengan adanya makanan sehari, serta keselamatan keluarga, maka sungguh Allah kumpulkan baginya seluruh kenikmatan yang barangsiapa yang menguasai dunia itu, maka ia tidak akan lagi meraih yang lainnya.
Karena itu, sepantasnya ia tidak menghadapi harinya itu, kecuali ia mensyukurinya, dengan menyalurkannya dalam ketaatan kepada (Allah) Yang Memberi nikmat, bukan (menyalurkannya) dalam kemaksiatan, dan tidak pula berhenti mengingat-Nya.โย ย [Lihatย Faidhul Qodirย (6/68)]
Di dalam hadits ini, diterangkan bahwa ada tiga kenikmatan yang menjadi pengumpul dunia bagi seorang hamba mukmin : rasa aman dalam jiwa dan raga, kesehatan jasad, dan rezki berupa makanan dalam sehari.
ย
Nikmat aman adalah diantara nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada sebagian hamba-Nya, dan sebagian yang lain tidak diberikan keamanan itu baginya.
Nikmat keamanan akan terasa amat berharga saat keamanan itu tercabut dari sisi manusia.
ย
Keamanan dan kedamaian adalah nikmat yang teramat besar. Manusia dalam meraihnya, rela mengeluarkan dan mengorbankan apa saja yang ia miliki.
Allah โazza wa jalla- mengingatkan hal ini di dalam firman-Nya,
{ููุฅููููุงูู ููุฑูููุดู (1) ุฅููููุงููููู ู ุฑูุญูููุฉู ุงูุดููุชูุงุกู ููุงูุตูููููู (2) ููููููุนูุจูุฏููุง ุฑูุจูู ููุฐูุง ุงููุจูููุชู (3) ุงูููุฐูู ุฃูุทูุนูู ูููู ู ู ููู ุฌููุนู ููุขู ูููููู ู ู ููู ุฎููููู (4)} [ูุฑูุด: 1 – 4]
โKarena kebiasaan orang-orang Quraisy,ย (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.ย Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka’bah),ย Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.โย (QS. Quroisy : 1-4)
Al-Imam Abul Laits Nashr bin Muhammad As-Samarqondiy Al-Hanafiyย โrahimahullah-ย berkata,
“ุฑุจ ูุฐุง ุงูุจูุชุ ููุงูู ู ุคููุฉ ุงูุฎูู ูุงูุฌูุนุ ูููุฃูููุง ุงูุนุจุงุฏุฉุ ูู ุง ุฃูููุง ุฑุญูุฉ ุงูุดุชุงุก ูุงูุตูู ููุงู ุงูุฒุฌุงุฌ: ูุงููุง ูุชุฑุญููู ูู ุงูุดุชุงุก ุฅูู ุงูุดุงู ุ ููู ุงูุตูู ุฅูู ุงููู ู.” ุงูู ู ู ุจุญุฑ ุงูุนููู (3/ 623)
โPemilik rumah ini (Allah) telah mencukupi mereka beban rasa takut dan lapar. Lantaran itu, hendaknya mereka membiasakan diri beribadah (kepada Allah saja, tanpa yang lainnya), sebagaimana mereka membiasakan diri dalam melakukan perjalanan dagang di musim dingin dan panas.
Az-Zajjaj berkata, โDulu mereka melakukan perjalanan di musim dingin ke negeri Syam dan di musim panas ke negeri Yaman.โย [Lihat Bahr Al-โUlum ()]
Orang-orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin.
Dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya.
Ini adalah suatu nikmat yang amat besar dari Tuhan mereka. Oleh karena itu, sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan nikmat itu kepada mereka.
Nikmat keamanan ini terasa besar nilainya bagi mereka yang mengalami rasa takut dan tertimpa huru-hara.
Inilah sebabnya Nabi Ibrahim โalaihish sholatu was salam- pernah berdoa meminta kepada Allah nikmat aman ini, sebagaimana yang abadikan dalam firman Allah โazza wa jalla-,
{ููุฅูุฐู ููุงูู ุฅูุจูุฑูุงูููู ู ุฑูุจูู ุงุฌูุนููู ููุฐูุง ุงููุจูููุฏู ุขู ูููุง ููุงุฌูููุจูููู ููุจูููููู ุฃููู ููุนูุจูุฏู ุงููุฃูุตูููุงู ู (35) ุฑูุจูู ุฅููููููููู ุฃูุถููููููู ููุซููุฑูุง ู ููู ุงููููุงุณู ููู ููู ุชูุจูุนูููู ููุฅูููููู ู ููููู ููู ููู ุนูุตูุงููู ููุฅูููููู ุบููููุฑู ุฑูุญููู ู (36) } [ุฅุจุฑุงููู : 35 –ย 36]
โDan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeriย ini (Mekah),ย negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak-anakku dari menyembah berhala-berhala.
Ya Tuhanku, Sesungguhnya berhala-berhala itu Telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, Maka barangsiapa yang mengikutiku, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, Maka Sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โย (QS. Ibrahim : )
Al-Imam Mujahid bin Jabr Al-Makkiyย โrahimahullah- berkata,
“ุฃุฌุงุจ ุงูููุ ุฌู ุฐูุฑูุ ุฏุนูุฉ ุฅุจุฑุงููู ูู ููุฏูุ ููู ูุนุจุฏ ุฃุญุฏ ู ููู ุตูู ุงู.” ุงูู ู ู ุงููุฏุงูุฉ ุงูู ุจููุบ ุงูููุงูุฉ (5/ 3823)
โAllah โjalla dzikruh- mengabulkan doa Ibrahim pada anak-anaknya. Karenanya, tidak ada seorangpun diantara mereka yang menyembah berhala.โ
ย Di dalam ayat ini, Ibrahim meminta dua hal yang urgen dan amat signifikan dalam kehidupan : nikmat aman dan penjagaan bagi keimanan dan tauhid beliau dan anak-anaknya.
Ibrahim โalaihish โsholatu was salam- meminta agar anak-anaknya dijaga dari kesyirikan berupa penyembahan berhala, sebab kesyirikan merupakan sebab utama yang merusak iman, dan bila iman rusak, maka ia akan menjadi sebab hilangnya rasa aman dalam kehidupan.
Mufassir Jazirah Arab,ย Al-Imam Abdur Rahman bin Nashir As-Saโdiyย โrahimahullah-ย berkata,
“ุฐูู ุจุณุจุจ ู ุง ุงุชุฎุฐูุง ู ู ุฏููู ู ู ุงูุฃูุฏุงุฏ ูุงูุฃุตูุงู ุ ุงูุชู ุงุชุฎุฐููุง ุนูู ุญุณุจ ุฃููุงุฆูู ูุฅุฑุงุฏุชูู ุงููุงุณุฏุฉุ ู ู ุบูุฑ ุญุฌุฉ ููุง ุจุฑูุงูุ ูุงููุทุนูุง ู ู ููุงูุฉ ุงููุงุญุฏ ุงูุฑุญู ูุ ูู ู ุซู ูุงู ุงูู ุดุฑู ู ุฑุนูุจุง ู ู ุงูู ุคู ูููุ ูุง ูุนุชู ุฏ ุนูู ุฑูู ูุซููุ ูููุณ ูู ู ูุฌุฃ ุนูุฏ ูู ุดุฏุฉ ูุถููุ ูุฐุง ุญุงูู ูู ุงูุฏููุงุ ูุฃู ุง ูู ุงูุขุฎุฑุฉ ูุฃุดุฏ ูุฃุนุธู .” ุงูู ุชูุณูุฑ ุงููุฑูู ุงูุฑุญู ู (ุต: 152)
โYang demikian itu (yakni, lahirnya rasa takut), disebabkan oleh sesuatu yang mereka angkat dari selain Allah berupa sekutu-sekutu (bagi Allah dalam ibadah), dan berhala-berhala yang mereka angkat berdasarkan hawa nafsu mereka dan keinginan mereka yang rusak, tanpa ada hujjah dan keterangan, dan mereka pun terputus dari pengurusan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Penyayang.
Dari sanalah, seorang musyrik menjadi takut kepada orang-orang yang beriman. Sebab, ia (si musyrik) tidak bertumpa pada pilar yang kokoh dan ia tidak memiliki tempat berlindung pada setiap kesusahan dan kesempitan hidup. Inilah keadaannya seorang musyrik di dunia. Adapun di akhirat, maka keadaannya lebih susah dan besar.โย [Lihatย Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 152]
Semua ini menujukkan bahwa kesyirikan (menduakan Allah) dalam ibadah menjadi sebab utama munculnya rasa takut dalam hati seorang manusia yang melakukan ke-syirik-an.
Lihatlah kaum musyrikin dahulu yang menyembah jin-jin dan makhluk halus yang mereka agungkan. Mereka senantiasa dirongrong oleh rasa takut yang berlebihan, sehingga mendorong mereka untuk melakukan ritual ibadah dan persembahan-persembahan kepada makhluk yang mereka sembah dan ibadahi. Mereka pun membuat berbagai macam sesajen dan sembelihan yang dibisikkan oleh para setan yang mendorong mereka dalam berbuat kesyirikan.
Allah โazza wa jalla- menyinggung hal ini dalam firman-Nya,
{ููุฃูููููู ููุงูู ุฑูุฌูุงูู ู ููู ุงููุฅูููุณู ููุนููุฐูููู ุจูุฑูุฌูุงูู ู ููู ุงููุฌูููู ููุฒูุงุฏููููู ู ุฑูููููุง (6)} [ุงูุฌู: 6]
โDan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusiaย meminta perlindunganย kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.โย (QS. Al-Jin : 6)
Meminta perlindungan kepada jin dari marabahaya merupakan satu diantara warna kesyirikan yang dikutuk dalam Islam.
Ia adalah kebiasaan kaum jihilah yang merebak di kalangan mereka, karena kosongnya jiwa mereka dari tauhid (mengesakan Allah) dalam ibadah.
Abul Faroj Abdur Rahman Ibnul Jauziyย โrahimahullah– berkata,
“ุงูุฑุฌู ูู ุงูุฌุงูููุฉ ูุงู ุฅุฐุง ุณุงูุฑ ูุฃู ุณู ูู ููุฑ ู ู ุงูุฃุฑุถ ูุงู: ุฃุนูุฐ ุจูุณูููุฏู ูุฐุง ุงููุงุฏู ู ู ุดูุฑูู ุณูููููุงุกู ููู ูุ ููุจูุช ูู ุฌููุงุฑู ู ููู ุญุชู ูุตุจุญ.” ุฒุงุฏ ุงูู ุณูุฑ ูู ุนูู ุงูุชูุณูุฑ (4/ 347)
โSeorang musyrik di masa jahiliah, bila ia bersafar, lalu di sore hari ia berada di suatu tempat yang sunyi lengang, maka ia berdoa (kepada jin), โAku berlindung kepada pemilik lembah ini (yakni, jin) dari keburukan jin-jin buruk yang bodoh.โ Lalu si musyrik ini pun bermalam di tempat itu dalam perlindungan jin (menurut persangkaannya) sampai datang waktu pagi.โย [Lihatย Zadul Masir, (4/347)]
Perhatikanlah kaum musyrikin ini,ย mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggapย kuasa di tempat itu.
Jiwa mereka selalu takut kepada jin-jin dan makhluk halus, karena kosongnya jiwa mereka dari pengagungan kepada Allah, Pemilik alam semesta.
Mereka lebih besar rasa takutnya kepada jin-jin itu disbanding rasa takutnya kepada Allah โazza wa jalla- yang melarang mereka dari kesyirikan, dan sebaliknya memerintahkan mereka untuk men-tauhid-kan (mengesakan Allah) dalam semua ibadah yang mereka kerjakan!
Itulah hukuman kaum yang mengotori dan mencampuradukkan keimanan dan tauhidnya dengan amalan-amalan kesyirikan yang dimurkai Allah.
Allah โtabaroka wa taโla- berfirman,
{ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ููููู ู ููููุจูุณููุง ุฅููู ูุงููููู ู ุจูุธูููู ู ุฃููููุฆููู ููููู ู ุงููุฃูู ููู ููููู ู ู ูููุชูุฏูููู (82)} [ุงูุฃูุนุงู : 82]
โOrang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.โย (QS. Al-Anโam : 82)
Ayat ini menerangkan kepada anda bahwa siapa yang menjaga kemurnian iman dan tauhidnya dari noda-noda kesyirikan, bidโah, dan dosa-dosa, maka ia akan mendapatkanย keamananย yang sempurna dan diberi anugerah besar berupaย hidayahย menuju jalan keselamatan menuju surga.
Al-Imam Abul Muzhoffar Manshur bin Muhammad As-Samโaniy โrahimahullah- berkata,
“ููู ูุนูููุงูู: ุงูููุฐูู ุขู ูููุงุ ูููู ูุฎูุทูุง ุฅููู ูุงููู ุจุดุฑูุ ููุฐูุง ูููู ูููู ุฃุจู ุจูุฑุ ููุนููุ ููุญูุฐูููููุฉุ ูุณูู ุงู ุฃูู ุงูู ูุฑูุงุฏ ุจุงูุธูู ุงูุดูุฑูุ ูููุฏ ุตูุญูู ุจูุฑูููุงููุฉ ุงุจูู ู ูุณูุนููุฏ: ” ุฃููู ูู ุง ูุฒูุช ููุฐูู ุงููุขููุฉุ ุดูู ุฐูููู ุนูู ุงูุตููุญูุงุจูุฉุ ููููุงูููุง: ุฃูููููุง ูู ูุธูู ูููุณูุ ! ููููุงูู: ููููุณู ุงููุฃูู ุฑ ููู ูุง ุชุธูููุ ุฅููููู ูุง ุงูุธูููู ููุงููููุง ุจูู ูุนููู ุงูุดูุฑู.” ุงูู ู ู ุชูุณูุฑ ุงูุณู ุนุงูู (2/ 121)
โMaknanya : โorang-orang yang beriman, dalam kondisi mereka tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kesyirikan…โ
Ini adalah pendapat Abu Bakar, Ali, Hudzaifah, dan Salman bahwa yang dimaksud dengan โkezalimanโ adalah kesyirikan.
Sungguh sebuah hadits shohih pada riwayat Ibnu Masโud bahwa tatkala ayat itu turun, maka hal itu menjadi berat bagi para sahabat, dan mereka bertanya, โSiapakah diantara kami yang tidak menzalimi dirinya?!
Nabi โshollallohu alaihi wa sallam- menjawab, โBukanlah permasalahannya seperti yang kalian sangka. Hanyalah kezaliman disini (yang terdapat dalam ayat itu) adalah bermakna kesyirikan.โย ย [Lihatย Tafsir A-Samโaniyย (2/121), cet. Dar Al-Wathon, 1418 H]
ุงูุฐูู ุตุฏููููุง ุงููู ูุฃุฎูุตููุง ูู ุงูุนุจุงุฏุฉุ ููู ูุฎูุทูุง ุนุจุงุฏุชูู ุฅูุงู ูุชุตุฏูููู ูู ุจุธูู = ูุนูู: ุจุดุฑู = ููู ูุดุฑููุง ูู ุนุจุงุฏุชู ุดูุฆูุงุ ุซู ุฌุนููุง ุนุจุงุฏุชูู ููู ุฎุงูุตูุงุ ุฃุญูู ุจุงูุฃู ู ู ู ุนูุงุจู.” ุงูู ู ูย ุชูุณูุฑ ุงูุทุจุฑู = ุฌุงู ุน ุงูุจูุงู ุช ุดุงูุฑ (11/ 492)
โOrang-orang yang membenarkan Allah, dan memurnikan ibadahnya kepada Allah saja, dalam keadaan mereka tidak mencampurbaurkan ibadah mereka kepada Allah dan pembenaran mereka kepada-Nya dengan kezaliman, yakni dengan kesyirikan; mereka tidak menyekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Allah, lalu mereka jadikan ibadah mereka kepada Allah, murni hanya untuk Allah.
Mereka inilah yang berhak mendapatkan keamanan dari siksaan-Nya.โย [Lihatย Jamiโ Al-Bayanย (11/492), cet. Muโassasah Ar-Risalah, 1420 H]
Para pembaca yang budiman, perkara kedua yang menjadi sebab seseorang meraup kenikmatan yang melebihi kenikmatan dunia adalahย nikmat kesehatan jasad.
Setiap orang akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa tatkala ia diberi nikmat kesehatan jasad. Rasa nikmatnya melebihi segala nikmat dunia.
Tidak ada yang dapat merasakan dan menghargai nilai kesehatan, melainkan mereka yang telah dicabut kesehatannya.
Sebuah nikmat besar berupa mata yang sehat, susah dihargai dengan kenikmatan apapun di dunia ini.
Manusia rela mengeluarkan apapun dari harta bendanya untuk menjaga dan merawat matanya. Ia rela membayar biaya operasi matanya saat terganggu kesehatan dan kenormalannya. Berapapun biayanya, ia berusaha menjaga kesehatan matanya.
Nikmat kesehatan mata dan anggota-anggota badan lainnya, wajib kita jaga dan syukuri dengan menggunakannya untuk perkara-perkara yang halal dan dicintai oleh Allah โtabaroka wa taโala-.
Andaikata seorang hamba dililit kemiskinan, maka hakikatnya ia tetap kaya. Karena, kesehatan jasadnya merupakan nikmat yang tiada taranya.
Ghossan berkata, โSebagian sahabat-sahabat kami dari kalangan penduduk Bashrah menceritakan kepada kami,
ุญูุฏููุซูููู ุจูุนูุถูุ ุฃูุตูุญูุงุจูููุง ู ููู ุงููุจูุตูุฑููููููู ููุงูู:
“ุฌูุงุกู ุฑูุฌููู ุฅูููู ูููููุณู ุจููู ุนูุจูููุฏู ููุดูููู ุฅููููููู ุถููููุง ู ููู ุญูุงูููู ููู ูุนูุงุดูููุ ููุงุบูุชูู ูุงู ูุง ู ููููู ุจูุฐูููููุ
ููููุงูู ูููู ูููููุณู: ุฃูููุณูุฑูููู ุจูุจูุตูุฑููู ููุฐูุง ุงูููุฐูู ุชูุจูุตูุฑู ุจููู ู ูุงุฆูุฉู ุฃูููููุ ููุงูู: ููุงุ
ููุงูู: ููุณูู ูุนููู ุงูููุฐูู ุชูุณูู ูุนู ุจููู ููุณูุฑูููู ุจููู ู ูุงุฆูุฉู ุฃูููููุ ููุงูู: ููุงุ
ููุงูู: ููููุณูุงูููู ุงูููุฐูู ุชูููุทููู ุจููู ู ูุงุฆูุฉู ุฃูููููุ ููุงูู: ููุงุ
ููุงูู: ููููุคูุงุฏููู ุงูููุฐูู ุชูุนููููู ุจููู ู ูุงุฆูุฉู ุฃูููููุ ููุงูู: ููุงุ
ููุงูู: ููููุฏูุงูู ููุณูุฑูููู ุจูููู ูุง ู ูุงุฆูุฉู ุฃูููููุ ููุงูู: ููุงุ
ููุงูู: ููุฑูุฌูููุงููุ
ููุงูู: ููุฐููููุฑููู ููุนูู ู ุงูููู ุนูููููููุ ููุฃูููุจููู ุนููููููู ูููููุณูุ ููุงูู: ุฃูุฑูู ูููู ู ูุฆูููู ุฃููููููุงุ ููุฃูููุชู ุชูุดูููู ุงููุญูุงุฌูุฉู.” ุฃุฎุฑุฌู ุฃุจู ูุนูู ูู ุญููุฉ ุงูุฃูููุงุก ูุทุจูุงุช ุงูุฃุตููุงุก (3/ 22)
โSeorang laki-laki pernah dating kepada Yunus bin Ubaid, seraya mengadukan kepada Yunus tentang kesempitan keadaan dan kehidupannya, serta gundah gulananya lantaran hal itu.
Yunus berkata kepadanya, โApakah menggembirakan dirimu uang sebanyak 100 ribu sebagai ganti bagi matamu yang kamu gunakan untuk melihat?
Laki-laki itu menjawab, โTidak.โ
Yunus berkata kepadanya, โApakah menggembirakan dirimu uang sebanyak 100 ribu sebagai ganti bagi pendengaranmu yang kamu gunakan untuk mendengar?
Laki-laki itu menjawab, โTidak.โ
Yunus berkata kepadanya, โApakah menggembirakan dirimu uang sebanyak 100 ribu sebagai ganti bagi lisanmu yang kamu gunakan untuk berbicara?
Laki-laki itu menjawab, โTidak.โ
Yunus berkata kepadanya, โApakah menggembirakan dirimu uang sebanyak 100 ribu sebagai ganti bagi hatimu yang kamu gunakan untuk berpikir?
Laki-laki itu menjawab, โTidak.โ
Yunus berkata kepadanya, โApakah menggembirakan dirimu uang sebanyak 100 ribu sebagai ganti bagi kedua tanganmu?
Laki-laki itu menjawab, โTidak.โ
Yunus berkata kepadanya, โApakah menggembirakan dirimu uang sebanyak 100 ribu sebagai ganti bagi kedua kakimu?
Kata rawi, โKemudian Yunus mengingatkannya tentang nikmat-nikmat Allah atas laki-laki itu, lalu Yunus menghadap kepada orang itu, seraya berkata, โAku lihat kamu memiliki ratusan ribu dinar, sementara itu kamu masih mengeluhkan hajat-hajatmu.โ [Atsar Riwayat Abu Nuโaim Al-Ashbahaniy dalamย Hilyah Al-Auliyaโ wa Thobaqot Al-Ashfiyaโย (3/22)]
Nikmat sehat ini sering kali disia-siakan oleh kebanyakan manusia, apalagi di zaman ini. Mereka lupa dan lalai dari menggunakannya dalam amal-amal sholih, sebagaimana halnya waktu-waktu mereka dilalaikan dari amal-amal sholih, bahkan tidak jarang mereka isi dengan dosa dan maksiat.
Rasulullah โshollallohu alaihi wa sallam- bersabda,
ยซููุนูู ูุชูุงูู ู ูุบุจููู ูููู ุง ููุซูุฑู ู ููู ุงููููุงุณู: ุงูุตููุญููุฉูุ ููุงูููุฑูุงุบูยป . ุฑูุงู. ุงูุจุฎุงุฑู.
โDua nikmat yang kebanyakan manusia merugi padanya : kesehatan dan waktu kosong.โย [HR. Al-Bukhoriy dalamย Shohih-nya (6412)]
Al-Imam Muhammad Abdur Rahman Al-Mubarokfuriyย โrahimahullah-ย berkata,
“ููุง ููุนูุฑููู ููุฏูุฑู ููุงุชููููู ุงููููุนูู ูุชููููู ููุซููุฑู ู ููู ุงููููุงุณู ุญูููุซู ููุง ููููุณูุจูููู ูููููู ูุง ู ููู ุงููุฃูุนูู ูุงูู ููููุงููุฉู ู ูุง ููุญูุชูุงุฌูููู ุฅููููููู ููู ู ูุนูุงุฏูููู ู ููููููุฏูู ูููู ุนูููู ุชูุถููููุนู ุฃูุนูู ูุงุฑูููู ู ุนูููุฏู ุฒูููุงููููุง ููููุง ููููููุนูููู ู ุงููุฏู .” ุงูู ู ู ุชุญูุฉ ุงูุฃุญูุฐู (6/ 485)
โKebanyakan manusia tidak mengenal nilai dua nikmat ini, dimana mereka tidak mengusahakan untuk keduanya sesuatu berupa amalan-amalan yang mencukupi sesuatu yang mereka butuhkan di negeri akhirat mereka. Lantaran itu, mereka menyesal karena menyia-nyiakan umur mereka, saat umur mereka telah habis, sementara penyesalan tidak lagi bermanfaat bagi mereka.โย [Lihatย Tuhfah Al-Ahwadziyย (6/485)]
Waktu-waktu yang kosong dan umur yang lengang dari kebaikan, akan menjadi sebab penyesalan dan tangisan bagi seorang hamba pada Hari Akhir.
Allah โtaโala- berfirman,
{ููููู ู ููุฌูู ูุนูููู ู ููููููู ู ุงููุฌูู ูุนู ุฐููููู ููููู ู ุงูุชููุบูุงุจููู ููู ููู ููุคูู ููู ุจูุงูููููู ููููุนูู ููู ุตูุงููุญูุง ูููููููุฑู ุนููููู ุณููููุฆูุงุชููู ููููุฏูุฎููููู ุฌููููุงุชู ุชูุฌูุฑูู ู ููู ุชูุญูุชูููุง ุงููุฃูููููุงุฑู ุฎูุงููุฏูููู ูููููุง ุฃูุจูุฏูุง ุฐููููู ุงููููููุฒู ุงููุนูุธููู ู} [ุงูุชุบุงุจู: 9]
โ(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan. Itulah hari kerugian. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.โย ย [QS. At-Taghobun : 9]
Al-Imam Ibnu Jauziy Ad-Dimasyqiyย โrahimahullah-,
“ููุฏู ููููููู ุงููุฅูููุณูุงูู ุตูุญููุญูุง ููููุง ููููููู ู ูุชูููุฑููุบูุง ููุดูุบููููู ุจูุงููู ูุนูุงุดู ููููุฏู ููููููู ู ูุณูุชูุบูููููุง ููููุง ููููููู ุตูุญููุญูุง ููุฅูุฐูุง ุงุฌูุชูู ูุนูุง ููุบูููุจู ุนููููููู ุงููููุณููู ุนููู ุงูุทููุงุนูุฉู ูููููู ุงููู ูุบูุจูููู ููุชูู ูุงู ู ุฐููููู ุฃูููู ุงูุฏููููููุง ู ูุฒูุฑูุนูุฉู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ูููููููุง ุงูุชููุฌูุงุฑูุฉู ุงูููุชูู ููุธูููุฑู ุฑูุจูุญูููุง ููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ููู ููู ุงุณูุชูุนูู ููู ููุฑูุงุบููู ููุตูุญููุชููู ููู ุทูุงุนูุฉู ุงูููููู ูููููู ุงููู ูุบูุจููุทู ููู ููู ุงุณูุชูุนูู ูููููู ูุง ููู ู ูุนูุตูููุฉู ุงูููููู ูููููู ุงููู ูุบูุจูููู ููุฃูููู ุงููููุฑูุงุบู ููุนูููุจููู ุงูุดููุบููู ููุงูุตููุญููุฉู ููุนูููุจูููุง ุงูุณููููู ู.” ุงูู ู ู ูุชุญ ุงูุจุงุฑู ูุงุจู ุญุฌุฑ (11/ 230)
โTerkadang seorang manusia sehat, namun ia tidak fokus (dalam beramal sholih), disebabkan kesibukannya dengan kehidupan dunia. Terkadang pula ia diberi kekayaan, namun ia tidak sehat.
Jika kedua hal itu (kesehatan dan kelowongan waktu) terkumpul (pada diri seorang manusia), lalu ia dikuasai oleh rasa malas dari (mengerjakan) ketaatan, maka ia adalah orang yang merugi.
Kesempurnaan hal itu bahwa dunia adalah ladang akhirat, dan di dunia terdapat perdagangan yang akan tampak keuntungannya di akhirat.
Siapaย sajaย yang menggunakan waktu lowongnya dan kesehatannya dalam ketaatan kepada Allah, maka ia adalah seorang โmaghbuthโย (yang diidam-idamkan).
Barangsiapa yang menggunakannya dalam maksiat, maka ia adalah seorang โmaghbunโ (merugi). Sebab, waktu lowong (kosong) akan diiringi oleh kesibukan, dan kesehatan diiringi oleh sakit.โย [Lihatย Fathul Bariย ย (11/230)ย karya Ibnu Hajar]
Kesehatan dan waktu lowong adalah dua modal pokok seorang manusia yang melakukan bisnis dan perniagaan akhirat.
Siapa yang menggunakannya dalam ketaatan dan menjauhkannya dari dosa dan maksiat, maka ia akan mendapatkan buah manis berupa surga. Itulah keberuntungan yang hakiki.
Sebaliknya, siapa yang menggunakan dua modal pokok itu dalam dosa dan maksiat, maka sungguh ia akan mendapatkan kerugian dalam perniagaan dan bisnis akhiratnya. Sebab, ia akan memetik buah pahit berupa api neraka yang menyala-nyala.
Para pembaca yang budiman, nikmat ketiga yang akan menghimpun kebahagiaan dunia adalah anugerah berupa makanan dan minuman, sekalipun pas-pasan.
Bahan makanan itu mencukupi untuk diri dan keluarganya dalam sehari. Bagaimana susahnya, jika seorang hamba masih diberi rezki berupa bahan makanan yang menguatkan dirinya di atas ketaatan kepada Allah โazza wa jalla-, maka ia sungguh di atas kebahagiaan.
Alangkah banyaknya manusia yang diberi kesehatan dan rasa aman, namun ia tidak diberi rezki berupa makanan dan minuman, entah karena kefakirannya, atau tidak adanya bahan makanan, atau entah karena mahalnya, sehingga tidak terjangkau.
Jika seseorang mengalami kelaparan, maka banyak jalan-jalan kebaikan yang tidak mampu ia lakukan, karena hilangnya tenaga.
Inilah hikmahnya Rasulullah โshollallohu alaihi wa sallam- pernah berdoa begini dalam rangka berlindung dari rasa lapar yang menghalangi dari kebaikan,
“ุงูููู ู ุฅูู ุฃุนูุฐู ุจูู ุนู ุงูุฌููุน, ูุฅูู ุจูุฆุณู ุงูุถููุฌูุนูุ ูุฃุนูุฐู ุจูู ู ูู ุงูุฎููุงููุฉุ ูุฅููุง ุจุฆุณูุชู ุงูุจูุทูุงููุฉู”ย ย
โYa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar. Karena, lapar itu adalah seburuk-buruk teman tidur, dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat. Karena, khianat itu adalah seburuk-buruk teman pengiring.โย ย [HR. Abu Dawud dalamย Sunan-nya (1547) dan Ibnu Majah dalamย Sunan-nya (3354). Hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam dalamย Shohih Al-Jamiโย (1283)]
Al-Imam Abdullah bin Umar Al-Baidhowiyย โrahimahullah-ย berkata,
“ุงุณุชุนุงุฐ ู ูู ูุฃูู ูู ูุน ุงุณุชุฑุงุญุฉ ุงูุจุฏู, ููุญูู ุงูู ูุงุฏ ุงูู ุญู ูุฏุฉ ุจูุง ุจุฏู, ููุดูุด ุงูุฏู ุงุบ, ููุซูุฑ ุงูุฃููุงุฑ ุงููุงุณุฏุฉ, ูุงูุฎูุงูุงุช ุงูุจุงุทูุฉ, ููุถุนู ุงูุจุฏู ุนู ุงูููุงู ุจูุธุงุฆู ุงูุทุงุนุงุช.” ุงูู ู ู ุชุญูุฉ ุงูุฃุจุฑุงุฑ ุดุฑุญ ู ุตุงุจูุญ ุงูุณูุฉ (2/ 107)
โBeliau (yakni, Nabi โalahish sholatu was salam-) memohon perlindungan (kepada Allah) dari rasa lapar. Sebab, rasa lapar akan menghalangi istirahatnya badan, mengolah bahan-bahan makanan tanpa ganti, mengganggu pikiran, dan memancing pikiran-pikiran rusak dan khayalan-khayalan batil, serta melemahkan badan dari mengerjakan tugas-tugas ketaatan.โย ย ย [Lihatย Tuhfah Al-Abrorย (2/107), karya Al-Baidhowiy,ย tahqiqย Nuruddin Tholib,ย cet. Wuzaroh Al-Auqof wa Asy-Syuโun Al-Islamiyyah bi Al-Kuwait, 1433 H]
Sebuah keberuntungan besar di kala seorang muslim diberi rezki yang pas-pasan, namun ia syukuri dengan menggunakannya dalam rangka menguatkan diri dalam ketaatan, lalu ia ridho dengan pembagian rezki yang dapatkan setelah ia berusaha meraih dengan jalan yang halal.
Rasulullah โshollallohu alaihi wa sallam- bersabda,
ยซููุฏู ุฃูููููุญู ู ููู ุฃูุณูููู ูุ ููุฑูุฒููู ููููุงููุงุ ูููููููุนููู ุงูููู ุจูู ูุง ุขุชูุงููยป
โSungguh beruntunglah orang yang masuk Islam, diberi rezki yang pas-pasan, dan diberi qonaโahย (rasa puas) terhadap rezki yang Allah berikan kepadanya.โ [HR. Muslim dalamย Shohih-nya (no. 1054)]
Apa yang dimaksud dengan โrezki yang pas-pasanโ?
Al-Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syarof An-Nawawiyย rahimahullah- berkata dalam menjelaskannya,
“ุงููููููุงูู ุงููููููุงููุฉู ุจูููุง ุฒูููุงุฏูุฉู ููููุง ููููุตู ููููููู ููุถููููุฉู ููุฐููู ุงููุฃูููุตูุงูู.” ุงูู ู ู ุดุฑุญย ุตุญูุญย ู ุณูู (7/ 145) ูููููู
โPas-pasan : cukup, tanpa ada kelebihan dan kekurangan. Di dalam hadits itu terdapat fadhilah (keutamaan) sifat-sifat ini.โย ย [Lihat Syarh Shohih Muslim (7/145)]
Harta yang pas-pasan adalah harta yang tidak berlebihan sampai menyebabkan seorang hamba terlalaikan dengannya dari ketaatan dan ibadah, dan juga harta itu tidak kurang sampai menyebabkan seorang hamba menjadi hina dan rendah di hadapan manusia. Akhirnya, ia pun meminta-minta dan menengadahkan tangannya di depan manusia.
Para pembaca yang budiman, kebahagiaan bukanlah terbatas pada kekayaan harta benda. Tapi hakikat kebahagiaan itu adalah diberinya seorang hamba rasa aman, kesehatan jasad dan kekuatan yang cukup dalam beribadah dan taat kepada Allah.
Siapa saja yang diberi kenikmatan-kenikmatan ini โsekalipun ia miskin-, maka sungguh ia termasuk orang-orang yang berbahagia, dan diberi sebuah anugerah besar yang melebihi dunia beserta isinya.
Faishol bin Abdil Aziz Alu Mubarok Al-Huroimiliy โrahimahullah- berkata,
“ูุฅุฐุง ูุงู ุงูู ุณูู ุขู ููุง ูู ู ุญููุ ุตุญูุญูุงุย ุนูุฏู ู ู ุงูููุช ู ุง ูููู ุนู ุณุคุงู ุงููุงุณุ ููู ูู ูุนู ุฉ ุนุธูู ุฉ.” ุงูู
โJika seorang muslim merasakan keamanan di kampungnya, sehat, dan di sisinya ada makanan yang menghalanginya dari meminta-minta, maka ia berada dalam kenikmatan yang amat besar.โย [Lihatย Tathriz Ar-Riyadhย (hlm. 341)]
Inilah tiga nikmat penghimpun dunia bagi seorang. Siapa pun yang mendapatkan tiga nikmat ini, maka hendaknya ia memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya.
========
22 Muharrom 1439 H