Selalu Bersinar dengan Kebaikan

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i


default-logo

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i


default-logo

Bagikan…




Selalu Bersinar dengan Kebaikan

  • Oleh: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

 

“Sesungguhnya Kami melihat engkau tergolong sebagai oranng-orang yang berbuat baik.” [Yusuf: 36, 78]

Pernyataan dalam ayat di atas adalah dua akhir ayat pada dua tempat yang diucapkan kepada Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Tempat pertama diucapkan oleh dua orang yang masuk penjara bersama Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan tempat kedua diucapkan oleh saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihis salam saat beliau telah menjadi seorang pembesar di Mesir.

 

Nabi Yusuf ‘alaihis salam dikenal dengan sifat kebaikan berupa kedermawanan, amanah, kejujuran, keadilan, pembawaan yang baik, dan banyak ibadah ketika dipenjara dan ketika telah menjadi seorang pembesar Mesir.

Demikianlah seharusnya seorang muslim, berusaha menghiasi diri dengan sifat-sifat yang baik dan istiqamah pada segala keadaan: dalam kondisi sehat atau sakit, dalam keadaan lapang atau sempit, dan dalam status apapun di tengah manusia. Berbagai warna dan cuaca kehidupan tidak mengubahnya.

Sifat yang sama juga terdapat pada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bertutur,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

 

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang terbaik dengan kebaikan, dan beliau lebih terbaik pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menjumpai beliau setiap tahun pada (bulan) Ramadhan hingga bulan berlalu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhadapkan Al-Qur`an kepada (Jibril). Apabila Jibril menjumpai (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih baik dengan kebaikan daripada angin yang berembus tenang.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim]

Bersemangatlah dengan kebaikan dan bersegeralah kepada segala kebaikan karena “Tidak ada balasan kebaikan (di dunia), kecuali kebaikan (pula) (di akhirat)” [Ar-Rahman: 60] dan “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala terbaik (surga) dan tambahannya (melihat Wajah Allah).” [Yunus:26]

Tulisan lainnya

Mengapa Engkau Mengganti Kebaikan dengan Kerendahan?

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i



Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i



Bagikan…

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram



Mengapa Engkau Mengganti Kebaikan dengan Kerendahan?

  • Oleh : Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
  • (Pembina Peduli Dakwah)

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ.

 

“Musa berkata, ‘Maukah kalian mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?’. [Al-Baqarah: 61]

Penggalan ayat di atas adalah pernyataan Nabi Musa ‘alaihis salâm kepada Bani Israil. Bani Israil telah diberi anugerah oleh Allah berupa manna ‘makanan manis seperti madu’ dan salwa ‘sebangsa burung puyuh yang dagingnya sangat lezat’, tetapi mereka meminta untuk diberi hasil bumi berupa sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.

Mereka mengganti nikmat Allah berupa makanan yang lebih bernilai dan lezat dengan makanan yang lebih rendah daripada itu. Akhirnya, mereka menuai kenistaan, kefaqiran, dan kemurkaan dari Allah.

Sangatlah disayangkan bahwa akhlak orang Yahudi ini, mengganti hal yang baik dengan hal yang rendah, telah dicontoh oleh banyak manusia.

Di antara mereka, ada yang lebih mencintai akhlak orang-orang kafir daripada akhlak kaum muslimin.

Ada yang lebih berkiblat ke barat atau ke timur daripada berkiblat kepada umat Islam.

Sebagiannya lagi, lebih senang berpakaian “buka-bukaan” daripada hijab yang menjaga kehormatan.

Juga, lebih mementingkan ilmu dunia daripada ilmu agama yang penuh cahaya dan keindahan.

Mereka pun lebih termotivasi dengan keberhasilan orang-orang kafir daripada ukiran sejarah dan kemercelangan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, para shahabat, dan orang-orang shalih.

Lebih pula mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat.

Banyak lagi bentuk lain dari akhlak hina dan tercela ini.

Pada ayat tersebut, juga terdapat anjuran untuk berjiwa besar, memiliki semangat yang tinggi, dan menghargai hal yang lebih bernilai.

Selalulah berfikir positif dan jadikanlah setiap lembaran hidup lebih baik daripada hari-hari sebelumnya.

Semoga Allah memberi taufik dan keteguhan.

www.dzulqarnain.net

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tulisan lainnya

Selalu Bersinar dengan Kebaikan

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i



Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i



Bagikan…

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram



Selalu Bersinar dengan Kebaikan

  • Oleh: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

 

“Sesungguhnya Kami melihat engkau tergolong sebagai oranng-orang yang berbuat baik.” [Yusuf: 36, 78]

Pernyataan dalam ayat di atas adalah dua akhir ayat pada dua tempat yang diucapkan kepada Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Tempat pertama diucapkan oleh dua orang yang masuk penjara bersama Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan tempat kedua diucapkan oleh saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihis salam saat beliau telah menjadi seorang pembesar di Mesir.

 

Nabi Yusuf ‘alaihis salam dikenal dengan sifat kebaikan berupa kedermawanan, amanah, kejujuran, keadilan, pembawaan yang baik, dan banyak ibadah ketika dipenjara dan ketika telah menjadi seorang pembesar Mesir.

Demikianlah seharusnya seorang muslim, berusaha menghiasi diri dengan sifat-sifat yang baik dan istiqamah pada segala keadaan: dalam kondisi sehat atau sakit, dalam keadaan lapang atau sempit, dan dalam status apapun di tengah manusia. Berbagai warna dan cuaca kehidupan tidak mengubahnya.

Sifat yang sama juga terdapat pada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bertutur,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

 

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang terbaik dengan kebaikan, dan beliau lebih terbaik pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menjumpai beliau setiap tahun pada (bulan) Ramadhan hingga bulan berlalu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhadapkan Al-Qur`an kepada (Jibril). Apabila Jibril menjumpai (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih baik dengan kebaikan daripada angin yang berembus tenang.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim]

Bersemangatlah dengan kebaikan dan bersegeralah kepada segala kebaikan karena “Tidak ada balasan kebaikan (di dunia), kecuali kebaikan (pula) (di akhirat)” [Ar-Rahman: 60] dan “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala terbaik (surga) dan tambahannya (melihat Wajah Allah).” [Yunus:26]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tulisan lainnya