Intisari Tauhid #27: Perintah untuk Bertauhid dan Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i



Jannatul-firdaus.net

Menyebar Ilmu Syar’i



Bagikan…

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram



Intisari Tauhid: Perintah untuk Bertauhid dan Berbuat Baik Kepada Orang Tua

  • Oleh: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi hafizhahullah
Perintah untuk Bertauhid dan Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Allah Ta’âlâ berfirman,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

 

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kalian, “Janganlah kalian beribadah, kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaknya kalian berbuat baik kepada kedua orang tua (kalian) dengan sebaik-baiknya ….” [Al-Isrâ`: 23]

 

Ayat ini adalah pengabaran bahwa Allah Subhânahu wa Ta’âlâ telah memerintahkan dan mewasiatkan melalui lisan-lisan para rasul-Nya agar hanya Dia semata yang disembah, tidak ada yang disembah selain-Nya. Begitu juga wasiat agar seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya, melalui ucapan atau perbuatan, serta tidak berbuat jelek kepada kedua (orang tua)nya karena kedua (orang tua)nyalah yang telah memelihara dan mendidiknya ketika masih kecil dan lemah sampai dia menjadi kuat dan dewasa.

Faedah Ayat:
1. Bahwasanya tauhid itu adalah kewajiban yang pertama kali Allah perintahkan, juga merupakan kewajiban yang pertama atas hamba.

2. Kandungan kalimat Lâ Ilâha Illallâh berupa peniadaan dan penetapan, yang padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa tauhid tidak akan tegak, kecuali dibangun di atas nafi dan itsbat (meniadakan peribadahan kepada selain Allah dan menetapkan ibadah hanya untuk Allah saja) sebagaimana (penjelasan) yang telah berlalu.

3. Besarnya hak kedua orang tua. Allah mengikutkan hak kedua (orang tua) tersebut kepada hak-Nya, dan hak tersebut ada pada tingkatan kedua.

4. Kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dengan segala jenis kebaikan, sebab Allah tidak mengkhususkan satu jenis kebaikan tanpa yang lainnya.

5. Keharaman durhaka terhadap kedua orang tua.

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tulisan lainnya

MENDAHULUKAN BERBAKTI KEPADA IBU


| Menu

| MENU

Bagikan…

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram



MENDAHULUKAN BERBAKTI KEPADA IBU

  • Oleh : Abu Amatillah Anshari

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ أبَرُّ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قُلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قُلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قُلْتُ: ثُمَّ مَن؟ قَالَ: أبَاكَ، ثُمَّ الْأقرَبُ فَالْأقْرَبَ.

Artinya:
“Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya: “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, Kepada siapa aku berbakti?’ Beliau bersabda: ‘Ibumu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab: ‘Ibumu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau bersabda: ‘Ibumu.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau bersabda: ‘Ayahmu.’ Kemudian orang yang terdekat, kemudian orang yang terdekat.” (Hadits hasan diriwyatkan oleh Al-Bukhariy dalam al-Adabul Mufrad).

Faedah Hadits:

1. Kewajiban berbakti kepada kedua orang tua dan haramnya durhaka kepada mereka.

2. Ridha ibu lebih didahulukan dari ridha ayah.

3. Alasan mendahulukan Ibu dalam berbakti karena ia telah menjalani berbagai kesulitan ketika hamil, melahirkan dan menyusui.

3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi penyebutan ibu sebanyak tiga kali, kemudian ayah, kemudian kerabat terdekat.

4. Wasiat (untuk menjaga) ibu, karena lemah dan butuhnya dia.

5. Perintah untuk berbakti kepada sanak saudara sesuai dengan urutan keberatan mereka.

Diringkas dari:
– Kitab Rasysyul Barad Syarah Al-Adabul Mufrad Oleh Syeikh Muhammad Luqman As-Salafi rahimahullah.
– Syarah Al-Adabul Mufrad Oleh Syeikh Muhammad bin Sa’id Ruslan hafizhahullah.

18 Dzulqa’dah 1442H/29Juni 2021M.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tulis komentar

Logged in as admin. Log out »




Tulisan lainnya

jannatul-firdaus.net @2018